Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

Friday, October 26, 2007

Gasing Kembali Berpusing Di Prabumulih


Teks dan Foto Oleh: Syam dusunlaman

pada penghujung musim penghujan, banyak nian kegiatan masyarakat Prabumulih. Yang utama adalah menyiapkan lahan bakal huma (ladang) mereka. Berurut mereka memasuki musim penebasan, musim penebangan, hingga nantinya musim penunuan (membakar lahan) dan musim penugalan (musim tanam padi).

Di sela-sela penyiapan lahan (masa penebasan dan penebangan) sembari beristirahat para peladang membuat gasing dari kekayuan yang terdapat di lahan bakal huma. gasing yang baik (gasing tulen) umumnya dibuat dari jenis kayu keras seperti unglen atau ulin dan manggris. Gasing yang mereka buat adalah buah tangan bagi anak-anak mereka yang tinggal di rumah. Meski demikian gasing juga kaprah dimainkan orang-orang dewasa.

Usai musim penebasan dan penebangan, sembari menunggu lahan bakal huma siap dibakar, gasing marak dimainkan di dusun-dusun wilayah Prabumulih.

Menjelang era 1980-an hingga awal 2002, gasing perlahan mulai jarang dimainkan. Baru kemudian pada tahun 2003, Mulan Komunitas sebuah perhimpunan anak-anak muda di Prabumulih menggagas sebuah perhelatan untuk mengembalikan gasing agar kembali berpusing di Prabumulih, dalam format sebuah turnamen.

Proyek revitalisasi budaya yang sebagian besar masih mengandalkan "modal dengkul" ini hanya sempat absen pada tahun 2005 karena keterbatasan sumberdaya. Namun pada tahun-tahun berikutnya, gasing tetap hidup hingga kini, dan ramai diikuti para pemain gasing dari dusun-dusun se-Prabumulih. Tahun ini, Turnamen Gasing Prabumulih Cup IV digelar satu pekan setelah hari raya Idul Fitri silam (20-21/10/07). Turnamen gasing kali ini diramaikan pula dengan partisipasi para penggemar tanaman hias Prabumulih dengan Pameran Pakis Hias dan Bonsai.

Hasil akhir dari turnamen gasing keempat ini, menempatkan Mat Seli, pemain gasing asal dusun Muara Tiga menjadi juara bertahan yang berhak kembali memegang lambang supremasi pegasing se-Prabumulih. Yakni, sebuah piala bergilir "Pehabong Uleh", sebuah piala kayu berbentuk gasing karya Perupa Palembang, Kohar Muzakir.

Sampai bertemu lagi pada rangkaian "keliling gasing" Lustrum Turnamen Gasing Prabumulih Cup 2008!

Bioskop Nasional Kini

Oleh: Syam dusunlaman



Bangunan tua yang tampak tak terawat ini dulunya merupakan salah satu pusat hiburan kenamaan di Prabumulih, Bioskop Nasional. Dusunlaman pernah memuat sebuah memoar yang ditulis oleh Topan Redda Hasanuddin, salah seorang cucu salah seorang pemilik bioskop ini.

Dulu di Pasar Prabumulih berdiri empat buah bioskop. Namun, kesemuanya bernasib sama dengan kebanyakan bioskop lain di Indonesia. Gulung tikar.

Meski demikian, Bioskop Nasional ini merupakan satu-satunya bekas bioskop yang bangunannya belum mengalami pemugaran. Bagi warga Prabumulih, di gedung ini banyak kenangan pernah bersemi.

foto-foto berikut merupakan gambar terkini beberapa sisi bangunan Bioskop Nasional yang berada di sisi Jalan Urip Sumoharjo. Tampak seseorang menyusuri koridor teras bioskop.















Saturday, September 29, 2007

Salam dari Permuleh!

Kita menyebutnya Belanda, meski negeri rakyat di negeri meneer itu menamainya Holland dan orang Inggris menyebutnya Netherlands. Kita Lidah kita juga membunyikan Inggris untuk England, Perancis untuk French.

Apa hubungan nama Belanda, Inggris, atau Perancis dengan nama dusunlaman kita, Prabumulih? Sebenarnya tidak ada. Tapi hampir tiap nama kota bernasib sama. Karenanya Batavia juga disebut Betawi, Palabuhan Ratu di lafalkan Pelabuhan Ratu, atau Papua selama bertahun-tahun menyandang nama Irian. Meski riwayat perjalanan nama itu berbeda-beda.

Nama prabumulih "Pra-bu-mu-lih", dipercaya bermula dari kata Uleh Pehabong, yang kemudian menjadi Pehabong Uleh. Konon, ketika masa pendudukan tentara Jepang di Nusantara, Pehabong Uleh terpeletot jadi Perabumulih oleh lidah "saudara tua" itu. Lalu, lidah Jawa membunyikannya dengan mudah menjadi Prabumulih. Gabungan dari kata "prabu" yang dalam bahasa Jawa berarti "raja" dan "mulih" yang berarti "pulang".

Beberapa hari lalu saya memeriksa account saya di technorati. Saya dapati ada satu lagi blog yang menautkan (link) ke blog (lama) dusunlaman. Adalah blog Rambang Dangku yang dikelola oleh Etmusahani Prihatin. Uniknya ia tidak menamai blog "Catatan Kecil Tentang Prabumulih" itu dengan nama dusunlaman atau Prabumulih. Melainkan... Permuleh!

Tak pelak, ulah Etmusahani, si Pateh Kepur ini mengingatkan satu nama lain yang juga berarti Prabumulih, ya, Permuleh itu. Kata Permuleh saya dengar dari lidah para kerabat dan teman-teman yang berdomisili di pesisir sungai Lematang. Di antaranya warga Rambang IV Petulai Dangku, Marga Rambang Empat Buah Dusun, bahkan Marga Benakat.

Tak cuma membuat saya teringat pada kata Permuleh. Etmushani di blog yang mengusung tema lokalitas ini membuat saya bernostaligia. Tulisan tentang "Musim Bekarang", "Budaya Mudik", atau "Lematang Putus" mengingatkan saya pada tempat dan peristiwa yang ia tulis.

Saya berharap dapat kembali menyajikan tulisan-tulisan senapas dengan apa yang ditulis Etmusahani. Sebagaimana tulisan-tulisan saya maupun para kontributor dusunlaman lainnya di blog Pehabong Uleh.

Untuk blog Etmusahani, Salam dari Permuleh!.




Saturday, September 1, 2007

Butuh Seri Cerita dan Sastra Dunia?



Sekadar berbagi info pandak. Sekiranya warga dusunlaman bermaksud mencari atau membutuhkan seri cerita dan sastra dunia, sebut saja di antaranya sebagai berikut...

  • The Adventures of Huckleberry Finn, dan The Adventures of Tom Sawyer, karya Mark Twain,
  • Great Expectations dan A Tale of Two Cities, karya Charles Dickens,
  • Anna Karenina, Karya Leo Tolstoy
  • Aesop's Fables, Karya Aesop,
  • Beyond Good and Evil, Karya Friedrich Nietzsche,
  • dan masih banyak lagi yang lainnya.


Cerita-cerita atau karya sastra para penulis dunia ini tersedia dalam bentuk buku elektronik (eBooks) berformat pdf. Kesemua eBooks dapat diunduh gratis (free download) di situs planetpdf.

Beberapa cerita lain yang juga bisa diunduh di situs ini di antaranya:



Untuk mencari yang lainnya, selamat berayau di situs yang menyediakan layanan segala tentang pdf ini.

Tulisan hampir senada juga saya muat di:






Sunday, August 19, 2007

Undangan Arisan Sekeluarga Prabumulih

ARISAN SEKELUARGA PRABUMULIH (ASP)

Sektretariat : Perum. Medang Lestari, Blok C 4 B 8. Medang Tangerang, Tlp. (021) 5476784



Tangerang, 16 Agustus 2007
Kepada Yth :
Warga Prabumulih
di Jabodetabek,

Dengan hormat,
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas karuniaNYA sampai saat sekarang tali silahturahmi dan kekeluargaan Prabumulih yang telah terbina tetap langgeng adanya.

Sesuai hasil kesepakatan dan penarikan arisan pada pertemuan sebelumnya ( Kel. Sudarman Tergun ), maka tuan rumah arisan berikutnya adalah keluarga Bpk. Alamuddin Tergun ( Mang Alam ) dan telah ditetapkan untuk pertemuan periode ini, Insya Allah akan di selenggarakan pada :

  • Hari / tanggal : Minggu / 2 September 2007
  • Pukul : 11.00 wib s.d. selesai
  • Tempat : Kediaman Keluarga Bpk. Alamuddin Tergun
    Jl. Bawal I No.10 Rawamangun Jakarta Timur 13220
    Telp. 021-4896692

    Acara :
    1. 1. Silaturahmi
    2. 2. Pembahasan hasil Pertemuan Sebelumnya
    3. 3. Arisan


Tiadalah harapan disertai ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya dari kami pengurus dan keluarga tuan rumah atas luang waktu bapak/ibu untuk berkenan hadir atas undangan pertemuan silahturahmi ini.

Demikian undangan kami, terima kasih.

Pengurus ASP,

Mat Sali
Sekretaris


Midi R Yudo
Ketua

NB:
Apabila sangat terpaksa tidak dapat menghadiri silahturahmi ini, kiranya dengan segala kerendahan hati kami mohon dapat memberitahukan kepada pengurus atau tuan rumah.













Saturday, August 18, 2007

Mencari Prabumulih? Haa... Ada di Lampung?!

Saya belum lama ini menginstal pirantilunak (software) Google Earth. Piranti lunak hasil kembangan perusahaan Keyhole yang kemudian diakuisisi oleh Google ini, merupakan layanan virtual untuk menjelajahi peta dunia.

Pada intinya, layanan ini dibangun berdasarkan citra satelit. Berdasarkan rangkaian foto/citra satelit tersebut, Google Earth dapat menyajikan foto tempat-tempat se-dunia dalam tampilan 3 dimensi.

Google Earth bisa diunduh (download) secara gratis. Proses mengunduhnya gampang. Caranya tinggal ketik Google Earth di situs pencarian Google. Lalu instal di komputer anda!

Jika sudah diinstal, kita seolah bisa keliling dunia. Begitu dibuka, program ini menyajikan sebuah gambar bola bumi 3 dimensi yang bisa diputar-putar serta bisa diterawang (zoom) untuk memperbesar dan memperkecil tampilan.

Yang pertama saya cari ketika memakai program ini adalah kampung halaman saya. Ya, Prabumulih. Prabumulih itu di Sumatera Selatan, kan? Pastinya, iya!

Nah, dengan Google Earth, tempat yang ingin kita kunjungi secara virtual bisa dicari dengan cara manual yaitu memutar bola bumi serta menerawang gambar. Cara yang lebih praktis adalah dengan mengetik nama tempat misalkan Prabumulih pada kolom fly to yang ada di pojok kiri atas tampilan.

Selanjutnya, biarkan Google Earth mencarikannya sembari kita merokok atau menyeruput kopi. Mungkin malah tak sempat. Karena proses ini tak banyak makan waktu.

Ketika saya mencari Prabumulih, ternyata Prabumulih itu ada di Lampung, hahahaha... Dan sayangnya, tampilannya pun belum rinci.



Berbeda dengan misalnya kita mencari kota-kota besar, misalkan Palembang, Jakarta, atau Banda Aceh. Gambar yang ditampilkan akan lebih jelas dan rinci.

Saturday, August 11, 2007

Picasa: Software Olah Foto Yang Saya Suka

Bagi yang suka fotografi dan olah foto (re-touch) saat ini tersedia banyak piranti lunak (software) olah foto. Mulai dari yang harus beli hingga software gratisan.

Saya biasa memakai keduanya, Adobe Photoshop (seri 7.0 dan CS2)
serta Picasa.



Hasilnya bisa dilihat di My Jpret (my Slide) yang ada di halaman depan blog ini, atau di flickr.

Belakangan saya lebih suka menggunakan picasa karena software ini berkapasitas kecil, jadi tidak memakan banyak tempat di hardisk komputer kita. Selain itu software ini mudah digunakan.



Piranti olah foto digital gratisan ini bisa dicari di mesin pencarian google. Selanjutnya tinggal menginstalnya ke komputer anda.

Nah, Selamat mengolah foto.






Thursday, August 2, 2007

Hasil SPMB Unsri

Barangkali ada di antara saudara atau keponakan Anda yang mengikuti SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SPMB) dengan pilihan Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang.

Nah, jika ada yang ingin mengetahui hasilnya, hari ini pengumuman hasil SPMB Universitas Sriwijaya dapat dilihat di harian Umum Sriwijaya Pos (4 Halaman; 4, 6, 7, 9).

[]



Sunday, June 17, 2007

Kandidat Wako dan Wawako Prabumulih ”Berat Ujung”



Pemilihan Kepala Daerah di Prabumulih belum lagi dimulia. Masih lama. Namun, tampaknya para kandidat calon sudah ’berat ujung’. Dilansir dari Sriwijaya Post (Jumat, 15 Juni 2007), orang-orang yang berkeinginan menjadi orang pertama dan kedua di kota minyak ini mulai pamer muka. Pamflet dan stiker bergambar foto masing-masing kandidat tersebar di sejumlah sudut kota. Fasilitas-fasilitas umum, meliputi tiang listrik, pagar sekolah dan perkantoran, dinding bangunan ruko, pun jadi korban vandalisme. Pasti tambah rusak pemandangan kota yang belum tertata ini.

Sementara itu Ketua KPUD Prabumulih, Drs H Syamsuddin Burhasin bersama para anggota lembaga tersebut malah menyilahkan saja aksi ”curi start” para kandidat yang mulia berat ujung tersebut. Syamsudin mengaku tak bisa menanggapi apalagi menindak dengan alasan proses pilkada belum dimulai.

[komentar dusunlaman]
Justru kalau pilkada sudah dimulai, makin sulit ditindak.[syam]

Sembilan Sungai, Batanghari Sembilan

Propinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dialiri banyak sungai besar. Salah satunya, sungai Musi yang berhulu di gugusan Bukit Barisan dan bermuara di laut tepian pantai Timur Sumatra ini. Karena terdapat 8 sungai besar yang menjadi anak sungai Musi, maka Sumsel di sebut juga Tanah Batanghari Sembilan atau Tanah Sembilan Sungai.

Mendengar kata batanghari sebagian orang akan mengaitkannya dengan nama sungai yang membelah kota Jambi, sungai Batanghari. Namun, Batanghari Sembilan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan sungai terbesar di propinsi tetangga Sumsel itu. Batanghari dalam beberapa bahasa lokal di Sumsel, misalnya saja bahasa Rambang (Prabumulih), berarti sungai. Bersinonim dengan kali (Jawa) atau river (Inggris).

Kesembilan sungai yang termasuk batanghari sembilan dari hulu hingga ke hilir adalah:

  1. Sungai Musi,
  2. Sungai Batanghari Leko,
  3. Sungai Lalan.
  4. Sungai Lakitan
  5. Sungai Kelingi,
  6. Sungai Rawas,
  7. Sungai Lematang,
  8. Sungai Ogan, dan
  9. Sungai Komering.


Acapkali daftar susunan kesembilan batanghari anak sungai Musi berbeda dengan daftar di atas. Amar Lubay di blognya memasukkan sungai Enim dan sungai Rambang ke dalam daftar, menggantikan sungai Batanghari Leko dan Lalan.

Sekadar catatan, Sungai Enim yang membelah kota Muara Enim bukan anak sungai Musi. Lebih tepat disebut sebagai ”cucu”sungai Musi, mengingat sungai Enim bermuara di sungai Lematang. Pun demikian dengan sungai Rambang yang terdapat di tepian kota Prabumulih. Sungai Rambang berakhir di sungai Ogan.

Jika daftar sembilan batanghari yang terdapat di atas belum tepat, bolehlah pembaca memberikan koreksi.[]

Saturday, June 2, 2007

Kecintaan K Usman Pada (dusunlaman) Prabumulih















Foto: Yang tua dan yang muda, K. Usman dan Vinda Swasthipadma di PDS HB. Yasin, Cikini, Jakarta.




Syam Asinar Radjam [dusunlaman]

“Untuk Prabumulih dan untuk anak Ayah, apapun pasti Ayah izinkan,” suara pengarang tua kelahiran Dusun Tanjung Serian, Muara Enim, 67 tahun lalu, terdengar hangat.

Hari itu, (14/04/07) saya sengaja menghubunginya pengarang yang dibesarkan di Prabumulih, Sumsel ini. Karena, sehari sebelumnya saya menemukan 5 judul buku yang ditulis beliau.

Buku-buku yang terhitung tua. Salah satunya, Deru Ombak di Tebing Karang (Balai Pustaka, 1963). Buku yang bertahun cetak paling muda, Ada Taman di Kotaku (Kurnia Esa, 1978). Yang terakhir ini, salah satu karya beliau yang saya idamkan bertahun-tahun. Kenapa saya begitu terobsesi terhadap buku ini, sampai-sampai memasuki padang-padang perburuan buku bekas, akan saya ceritakan di tulisan lain.

Kegembiraan saya meluap-luap, lantaran 5 buku ini menambah perbendaharaan di perpustakaan kecil di rumah. Padahal, keseluruhan karya K Usman yang saya koleksi baru seujung kuku dibanding total buku yang telah ia tulis. Paling tidak 203 buku karya K Usman telah diterbitkan. Jumlah itu akan terus bertambah, mengingat beliau adalah penulis yang tetap produktif di masa tuanya.

Tampaknya, kabar yang saya sampaikan melalui telepon menularkan kegembiraan yang sama kepada K Usman. Sebab, beliau sendiri kehilangan sejumlah buku karangannya. Saat ini beliau sedang mengumpulkan kembali satu per satu buku yang ia tulis. Kebetulan, dua judul buku yang saya temukan termasuk daftar buku yang ia buru. Judul buku yang dimaksud adalah sebuah fabel berjudul Bersatu Padu Mengalahkan Musuh (Bas Djaya, tanpa tahun) dan ehm... “Ada Taman di Kotaku”. Untuk itu, beliau meminta saya untuk mengopi keduanya.

Tiba-tiba saya teringat satu gagasan yang pernah muncul di milis dusunlaman. Saya lupa siapa penggagasnya. Bisa jadi Kak Topan Reda Hasanudin, boleh jadi Kak Yulius Hendra Hasanudin. Yang pasti, gagasannya adalah menampilkan cerita-cerita karya K Usman di blog dusunlaman.

Kepada K Usman, saya memperkenalkan blog dusunlaman. Sebuah situs maya “keroyokan” yang diniatkan sebagai media berbagi informasi bagi semua warga Prabumulih. Tak lupa meminta izin beliau agar diperbolehkan menulis ulang sejumlah karyanya lalu ditampilkan di blog dusunlaman. Terutama, cerita-cerita yang mengambil setting/latar di Prabumulih.

Gayung bersambut! Beliau antusias dan membolehkan. Seperti yang diucapkan beliau “Untuk Prabumulih... Apapun Ayah izinkan.”

“Ruwatan” menulis ulang buah kecintaan K Usman pada (dusunlaman) Prabumulih akan menjadi sajian utama di blog dusunlaman. []

banner8.gif