Barangkali ada di antara saudara atau keponakan Anda yang mengikuti SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SPMB) dengan pilihan Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang.
Nah, jika ada yang ingin mengetahui hasilnya, hari ini pengumuman hasil SPMB Universitas Sriwijaya dapat dilihat di harian Umum Sriwijaya Pos (4 Halaman; 4, 6, 7, 9).
[]
Thursday, August 2, 2007
Thursday, July 26, 2007
Mutasi Pejabat di Prabumulih
Sejak Drs H Rachman Djalili kembali bertugas sebagai Walikota Prabumulih, tersebar isyu mutasi besar-besaran di lingkungan pejabat pemerintahan kota Prabumulih. Hingga Selasa (24/7) lalu, di Harian Sriwijaya Pos Drs H Rachman Djalili masih memberikan jawaban diplomatis,"
Tampaknya isyu mutasi akan terbukti tengah hari ini (Jumat, 327 Juli 2007). Dari informasi yang dikumpulkan oleh Dusunlaman, pukul 14.00 nanti dilangsungkan pelantikan pejabat terkait isyu mutasi. Bertempat di Balai Latihan Kerja, Kantor Disnaker prabumulih, Km. 6. Disinyalir, 80 persen pejabat akan terkena kebijakan mutasi ini.
Salah satu isyu yang juga muncul terkait mutasi pejabat adalah isyu perbedaan kubu antara Walikota Prabumulih, Rachman Djalili, dengan Wakil Walikota Prabumulih, Yuri Gagarin. Apakah memang demikian kenyataannya, kita tunggu siang ini.
“Nantilah kita lihat. Saya belum bisa memastikan.”
Tampaknya isyu mutasi akan terbukti tengah hari ini (Jumat, 327 Juli 2007). Dari informasi yang dikumpulkan oleh Dusunlaman, pukul 14.00 nanti dilangsungkan pelantikan pejabat terkait isyu mutasi. Bertempat di Balai Latihan Kerja, Kantor Disnaker prabumulih, Km. 6. Disinyalir, 80 persen pejabat akan terkena kebijakan mutasi ini.
Salah satu isyu yang juga muncul terkait mutasi pejabat adalah isyu perbedaan kubu antara Walikota Prabumulih, Rachman Djalili, dengan Wakil Walikota Prabumulih, Yuri Gagarin. Apakah memang demikian kenyataannya, kita tunggu siang ini.
MUBA Punya TV
Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, Musi Banyuasin (MUBA) sungguh fenomenal. Dibawah kepemimpinan Alex Nurdin, kabupaten ini menggratiskan biaya pendidikan. Tak hanya untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dilansir dari situs Pemkab Muba, kabupaten ini pun membuat terobosan baru...
Pembangunan fasilitas pun mendapat porsi besar di kabupaten ini. Melalui salah satu perusahaan daerah, PT. Muba Link, pada tanggal 30 November 1999 telah didirikan sebuah hotel bintang tiga. Sejumlah fasilitas olahraga berstandar internasional turut dibangun menjelang penyelenggaraan PON XVI. Sebagai salah satu kabupaten penghasil migas terbesar di Sumsel, Muba juga mendirikan perusahaan migas sendiri, Petromuba.
Tak hanya sampai disana, Muba juga telah memiliki TV lokal (MUBA TV). Dilansir dari Sriwijaya Pos, 25 Juli 2007, MUBA TV mulai mengudara sejak hari rabu lalu (25/7).
Saat ini, jangkauan siar MUBA TV baru sebatas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas. Namun, pemkab Muba tetap menyimpan sebuah obsesi, memperluas jangkauan siar MUBA TV ke tingkat regional hingga nasional.
Kita lihat sama-sama nanti.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin membuat terobosan untuk memajukan kualitas sumber daya manusianya dengan membangun dua perguruan tinggi gratis, Akademi Perawatan dan Politeknik. Bahkan, Politeknik Sekayu rencananya menjalin kerja sama akademik dengan Ngee Ann Polytechnic dari Singapura.
Pembangunan fasilitas pun mendapat porsi besar di kabupaten ini. Melalui salah satu perusahaan daerah, PT. Muba Link, pada tanggal 30 November 1999 telah didirikan sebuah hotel bintang tiga. Sejumlah fasilitas olahraga berstandar internasional turut dibangun menjelang penyelenggaraan PON XVI. Sebagai salah satu kabupaten penghasil migas terbesar di Sumsel, Muba juga mendirikan perusahaan migas sendiri, Petromuba.
Tak hanya sampai disana, Muba juga telah memiliki TV lokal (MUBA TV). Dilansir dari Sriwijaya Pos, 25 Juli 2007, MUBA TV mulai mengudara sejak hari rabu lalu (25/7).
Bupati Muba, Alex Noerdin mengatakan didirikannya TV Muba ini untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, sarana hiburan, dan direncanakan dapat memberikan wacana ke depan melalui jalinan kerjasama dengan TV publik lainnya.
Saat ini, jangkauan siar MUBA TV baru sebatas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas. Namun, pemkab Muba tetap menyimpan sebuah obsesi, memperluas jangkauan siar MUBA TV ke tingkat regional hingga nasional.
Kita lihat sama-sama nanti.
Friday, July 20, 2007
Bioskop Nasional
Oleh: Topan Redda Hasanuddin
Seperti pernah ditulis di weblog ini, bioskop Nasional adalah salah satu media hiburan gambar bergerak tertua di kota Prabumulih . Didirikan sekitar era 1950-an oleh duo kongsi TERINOM dan SUHUR (seperti diceritakan kembali oleh Suherman Muis Suhur dalam email kepada saya baru-baru ini).
Keberadaannya di Prabumulih di era tahun 1950-an itu mungkin cukup fenomenal. Coba bayangkan seperti apa kota Prabumulih di tahun 1950-an? Jalan Rambang (sekarang Jalan Sudirman) sebagai jalan utama di Prabumulih masih sempit dan mungkin tidak semuanya sudah diaspal. Hutan-hutan dan belukar yang mengelilingi kota masih lebat dan asri.. Tapi kota Prabumulih sudah mempunyai gedung bioskop sendiri.
Keberadaan "Nasional Bioscope" (begini dulu ia dieja) masih terus berlanjut hingga ke era 70-an kala saya masih duduk di sekolah dasar. Bioskop Nasional ditonton oleh bertruk-truk masyarakat dari dusun-dusun sekitar untuk menonton dengan riuh dengan bertepuk tangan dan berteriak-teriak bila sang Jagoan India sudah datang menyelamatkan pacarnya yang ada di tangan musuh...
Ya, film India! Film India memang tontonan terfavorit masyarakat waktu itu. Siapa yang tak kenal dengan Dev Anand, Hema Malini, Dharmendra, Jeetendra, Pran, Satrughan Sinha, Rishi Kapoor, Helen, Amitabh Bacchan, Dimpel Kapadia, Nettu Singh, Rakesh Roshan, Sunil Dutt...
Film India itu akan diputar hingga berhari-hari bahkan bisa sebulan penuh! Daya tampung bioskop hanya 300-400 tapi bisa dimuati oleh 700 orang! Penonton rela nonton sambil berdiri dan kepanasan sambil berpeluh keringat demi menonton bintang kesayangannya itu tadi. Jika adegan sudah sampai ke perkelahian ala India, maka ya itu tadi, penonton akan berteriak-teriak sambil bertepuk tangan dan bahkan mencucurkan air mata bila adegan sedih berkepanjangan yang ditayangkan.
Peringkat kedua film yang disukai adalah silat mandarin dan Hongkong dengan bintang-bintang Fu Shen, David Chiang, Ti Lung, Chen Kuan Thai. Lalu film silat Jepang dengan bintang utama Etshuko Shiomi dan Sinichi Chiba serta Yasuaki Kurata sebagai langganan pemeran antagonis.
Namun kini dengan semakin berkembangnya teknologi video hingga VCD dan DVD maka peran bioskop sebagai pemberi gambar hidup pelan-pelan menyurut. Hingga awal tahun 1990-an Bioskop Nasional masih menyuguhkan tontotan film-film dengan jumlah penonton yang semakin merosot dan bahkan tidak menguntungkan lagi sebagai usaha. Hingga akhirnya ditutup sama sekali. Meski gedung ini sempat dimanfaatkan oleh sebuah usaha permainan ketangkasan. [Topan Redda Hasanuddin, Kamis 18 Mei 2006, 1:09 PM]
Tulisan ini pernah dimuat di blog lama dusunlaman, 23 Mei 2006. Untuk membaca koleksi tulisan lama dusunlaman, silakan klik http://dusunlaman.blog.com
googled278a6fe0e049407.html
Wednesday, July 18, 2007
Resensi: Rahasia Cinta Gadis Jelita

Rahasia Cinta Gadis Jelita
Penulis : K Usman
Ukuran : 20,5x13,5 cm
Harga : Rp. 39.500,00
Penerbit : Penerbit Republika
Kiagus Muhammad Taufik Firdaus, 'anak kota' dari keluarga kaya raya di Palembang. Demi menyelesaikan penulisan skripsi, anak muda yang juga mahasiswa fakultas pertanian ini akhirnya tinggal di dusun Kepur.
Bukan hanya karena tugas kuliah Kiagus Muhammad merasa betah diri tinggal di dusun kecil itu. Tapi, karena hatinya telah terpikat pada seorang gadis dusun Kepur. Gadis jelita nan misterius, bernama Melur.
Telah banyak pria yang menyatakan lamaran pada Melur, dan pulang dengan tangan hampa. Apakah Kiagus Muhammad juga akan bernasib sama dengan para lelaki sebelumnya?
Seperti cerita-cerita lain karya K. Usman, kisah ini pun mengalir dengan sederhana. K. Usman sebagai seorang 'story-teller' senantiasa berhasil mengemas ide-ide nan sederhana menjadi kisah yang menarik dan enak untuk dibaca.
Tren Korupsi di Prabumulih
Korupsi adalah tren, gaya hidup! Jangan langsung setuju atau menyangkal. Ini hanya sebuah hipotesis khas anak lorong.
Disebut demikian, justru setelah reformasi yang menggulingkan pemerintahan Orde Baru karena dianggap pemerintahan nan korup, dugaan korupsi malah ditemukan hampir di seluruh jajaran pemerintahan di Indonesia. Mulai dari tingkat kementerian hingga pemerintah kepala desa.
Di Prabumulih, sejak kota administratif yang berada di bawah Kabupaten Muara Enim ini mendapat status kota, issue korupsi juga muncul. Mulai dari 'cuma' 66 Juta, hingga berangka miliaran rupiah.
Dugaan korupsi yang berharga paling murah, 66 juta rupiah, membuat Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih dan Pimpro pengadaan, tergelincir ke proses hukum. Masih terdapat 3 kasus dan dugaan korupsi lain yang juga telah dan sedang diproses oleh aparat hukum. Ketiganya adalah...
Disebut demikian, justru setelah reformasi yang menggulingkan pemerintahan Orde Baru karena dianggap pemerintahan nan korup, dugaan korupsi malah ditemukan hampir di seluruh jajaran pemerintahan di Indonesia. Mulai dari tingkat kementerian hingga pemerintah kepala desa.
Di Prabumulih, sejak kota administratif yang berada di bawah Kabupaten Muara Enim ini mendapat status kota, issue korupsi juga muncul. Mulai dari 'cuma' 66 Juta, hingga berangka miliaran rupiah.
Dugaan korupsi yang berharga paling murah, 66 juta rupiah, membuat Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih dan Pimpro pengadaan, tergelincir ke proses hukum. Masih terdapat 3 kasus dan dugaan korupsi lain yang juga telah dan sedang diproses oleh aparat hukum. Ketiganya adalah...
- DUGAAN KORUPSI PENGADAAN TANAH LOKASI PEMBANGUNAN KANTOR PEMKOT DAN RSUD, 2003
Walikota Prabumulih Rachman Djalili, sempat dinonaktifkan karena diduga terkait dengan tindak pidana korupsi tersebut. Tersangka akhirnya dinyatakan tidak bersalah dan kembali menjabat menjelang akhir Juni 2007.
Pimpinan proyek pengadaan tersebut, Drs Sulaiman bin Kobil, mendapat vonis 4 tahun penjara dan sampai saat ini harus mendekam di penjara. - DUGAAN KORUPSI PENGADAAN MOBIL DINAS (MOBNAS)
Sekretaris Wilayah Daerah Pemerintah Kota Prabumulih, H.A. Latief dan pimpinan proyek pengadaan dinas Abdul Kadir sebagai tersangka dakam kasus dugaan korupsi. Isu MOBNAS juga disebut-sebut mengaitkan nama wakil walikota Prabumulih, Yuri Gagarin.
Kerugian negara diperkirakan sebesar Rp 400 juta. Dalam APBD Kota Prabumulih 2004 menyebutkan untuk pembelian dua unit mobil dinas dialokasikan Rp 1,4 miliar.
Padahal harga mobil tersebut tidak sebesar itu.
Lebih lanjut baca tempo interaktif - DUGAAN KORUPSI PROYEK PERENCANAAN UMUM, TEKNIS JALAN DAN JEMBATAN DI KOTA PRABUMULIH
Menyeret Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Prabumulih, Ir Ahmad Fauzi, M.Eng bersama Ir Lukman Muizzi --dosen sebuah perguruan tinggi swasta di Palembang--ke Rumah Tahanan Negara Kls I Jl Merdeka, Senin (23/1).
Keduanya resmi dijadikan tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, dalam kasus dugaan korupsi proyek perencanaan umum, teknis jalan dan
jembatan di Kota Prabumulih senilai Rp 900 juta Tahun Anggaran 2004.
Lebih lanjut baca sripo 24 Januari 2006
Thursday, July 12, 2007
Mantan Kadistan Prabumulih Ditahan
- Dugaan Kasus Korupsi
Kemarin (12/7), mantan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Prabumulih, Ir Eddy Hermanto akhirnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Prabumulih. Bersamanya turut ditahan pula mantan Pimpinan Proyek Pengadaan Barang, Endin Herman Patar. keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan alat potong hewan fiktif pada Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Prabumulih tahun 2005.
Berapa banyak kerugian Negara yang dituduhkan kepada kedua orang ini? 66, 7 juta.
Sumber: Sriwijaya Pos, 13 Juli 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)