Sunday, August 9, 2009

Jual Foto Online



Barangkali anda setuju bahwa sayang bila kegiatan fotografi hanya digeluti sebatas hobi. Kini, di era fotografi digital (digital photography) dengan dukungan teknologi internet, banyak peluang untuk menambah penghasilan bagi penggemar fotografi. Tak peduli amatir atau profesional.

Ssh... rahasia. Ini adalah sumber pengisi pundi Paypal setelah program Paid Review.

123rf adalah salah satu situs yang berperan sebagai semacam agensi foto (photo agency) atau stock photos. Banyak orang dari seluruh dunia memuatkan (upload) atau memajang hasil memotret mereka di situs ini, dengan maksud menjualnya. Proses menjual foto (selling photo process) melalui 123rf.com amat mudah dan sederhana. Hanya melalui 3 tahap (step).
  1. Tahap 1: Mendaftar (sign up) di 123rf.com untuk menjadi anggota 123RF.
  2. Tahap 2: Upload foto anda. Log in, buka menu photograpers lalu klik "upload images". Selanjutnya 123RF akan menjualkan foto anda.
  3. Tahap 3: Lakukan terus menerus pemuatan (uploading/submitting) untuk mendapat bayaran lebih.


Berapa bayaran yang akan anda terima?
123RF akan membayar anda 50% dari tiap foto anda yang terjual alias diunduh (download) orang lain.

Cara untuk mendapatkan bayaran tambahan dari 123RF:
  • Mereferensikan kepada pembeli (Refer customers):

    Artinya anda telah membantu mempromosikan situs 123RF serta mengantarkan pembeli di situs ini. Jasa anda tersebut akan diganjar bayaran sebesar $0.36 per foto yang didownload oleh sang pembeli.

  • Mereferensikan kepada fotografer lain (Refer photographers):
    Artinya anda memberi referensi atau rujukan kepada teman atau kerabat anda untuk bergabung di 123RF. Ketika foto milik fotografer rujukan anda tersebut terjual, anda juga akan mendapat bayaran dari 123RF. Jumlahnya, 10% dari harga tiap foto yang terjual atau didownload pembeli.

Mudah-mudahan, dengan menjual foto secara online, hobi memotret bisa menguntungkan.

Peluang yang sama juga ditawarkan oleh:
FOTOLIA










You Can Buy 101 Professional Stock Photo Package with Master Resale Rights for more information.

Sunday, July 5, 2009

Paypal

Paypal is your all-in-one payment solution. PayPal allows you to accept credit cards and PayPal account balances.

PayPal accept all major forms of payment. Get features comparable to merchant accounts and gateways at a lower cost. Accept credit cards, bank transfers, debit cards, and more.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.



Saturday, October 27, 2007

Ngadu Dindang Gasing

Teks dan Foto: Syam dusunlaman

Ramai nian hari itu. Orang berkumpul di bekas lapangan tenis dusun Prabumulih. Para pegasing beradu terampil. Alit terlilit di leher gasing. Sekejap kemudian alit tersentak. Gasing pun terlontar. Menari-nari di atas gelanggang. Makin lama gasing berdindang, ia layak jadi pemenang.

Ramai nian hari itu. Tua-muda, lelaki-perempuan, menonton turnamen gasing. Ada sorak, ada keluh. Mata tak berkejap. Menyaksikan gasing-gasing tulen berlaga di gelanggang.

Ramai nian hari itu. Petani, pedagang, anak sekolah, pengangguran, wakil rakyat, bahkan wakil walikota, ikut gembira.

Wakil walikota gembira ikut bergasing, seolah lupa sebentar lagi pilkada.
Wakil rakyat senang ikut bergasing. Duh nikmat nian, seakan tak ada lagi "perda bermasalah".
Petani ladas ikut bergasing, kebun karet ditinggal sementara.
Pedagang riang ikut bergasing, lupakan sejenak perkara rugi-laba.
Pengangguran (seperti saya) bersuka ikut bergasing, yang punya utang bisa-bisa lupa.

















Friday, October 26, 2007

Gasing Kembali Berpusing Di Prabumulih


Teks dan Foto Oleh: Syam dusunlaman

pada penghujung musim penghujan, banyak nian kegiatan masyarakat Prabumulih. Yang utama adalah menyiapkan lahan bakal huma (ladang) mereka. Berurut mereka memasuki musim penebasan, musim penebangan, hingga nantinya musim penunuan (membakar lahan) dan musim penugalan (musim tanam padi).

Di sela-sela penyiapan lahan (masa penebasan dan penebangan) sembari beristirahat para peladang membuat gasing dari kekayuan yang terdapat di lahan bakal huma. gasing yang baik (gasing tulen) umumnya dibuat dari jenis kayu keras seperti unglen atau ulin dan manggris. Gasing yang mereka buat adalah buah tangan bagi anak-anak mereka yang tinggal di rumah. Meski demikian gasing juga kaprah dimainkan orang-orang dewasa.

Usai musim penebasan dan penebangan, sembari menunggu lahan bakal huma siap dibakar, gasing marak dimainkan di dusun-dusun wilayah Prabumulih.

Menjelang era 1980-an hingga awal 2002, gasing perlahan mulai jarang dimainkan. Baru kemudian pada tahun 2003, Mulan Komunitas sebuah perhimpunan anak-anak muda di Prabumulih menggagas sebuah perhelatan untuk mengembalikan gasing agar kembali berpusing di Prabumulih, dalam format sebuah turnamen.

Proyek revitalisasi budaya yang sebagian besar masih mengandalkan "modal dengkul" ini hanya sempat absen pada tahun 2005 karena keterbatasan sumberdaya. Namun pada tahun-tahun berikutnya, gasing tetap hidup hingga kini, dan ramai diikuti para pemain gasing dari dusun-dusun se-Prabumulih. Tahun ini, Turnamen Gasing Prabumulih Cup IV digelar satu pekan setelah hari raya Idul Fitri silam (20-21/10/07). Turnamen gasing kali ini diramaikan pula dengan partisipasi para penggemar tanaman hias Prabumulih dengan Pameran Pakis Hias dan Bonsai.

Hasil akhir dari turnamen gasing keempat ini, menempatkan Mat Seli, pemain gasing asal dusun Muara Tiga menjadi juara bertahan yang berhak kembali memegang lambang supremasi pegasing se-Prabumulih. Yakni, sebuah piala bergilir "Pehabong Uleh", sebuah piala kayu berbentuk gasing karya Perupa Palembang, Kohar Muzakir.

Sampai bertemu lagi pada rangkaian "keliling gasing" Lustrum Turnamen Gasing Prabumulih Cup 2008!

Bioskop Nasional Kini

Oleh: Syam dusunlaman



Bangunan tua yang tampak tak terawat ini dulunya merupakan salah satu pusat hiburan kenamaan di Prabumulih, Bioskop Nasional. Dusunlaman pernah memuat sebuah memoar yang ditulis oleh Topan Redda Hasanuddin, salah seorang cucu salah seorang pemilik bioskop ini.

Dulu di Pasar Prabumulih berdiri empat buah bioskop. Namun, kesemuanya bernasib sama dengan kebanyakan bioskop lain di Indonesia. Gulung tikar.

Meski demikian, Bioskop Nasional ini merupakan satu-satunya bekas bioskop yang bangunannya belum mengalami pemugaran. Bagi warga Prabumulih, di gedung ini banyak kenangan pernah bersemi.

foto-foto berikut merupakan gambar terkini beberapa sisi bangunan Bioskop Nasional yang berada di sisi Jalan Urip Sumoharjo. Tampak seseorang menyusuri koridor teras bioskop.















Pameran Pakis Hias Ramai Pengunjung







Suasana Pameran Pakis Hias dan Bonsai Prabumulih (20-21/10/07) silam. Sejumlah pejabat publik tampak menghadiri yang mengunjungi pameran, di antaranya Wakil Walikota Prabumulih Yuri Gagarin, Anggota DPRD Prabumulih M. Erwadi dan Erwansyah (atas), Sulur pakis yang memesona (kiri tengah), suasana di stan pameran (kanan tengah), dan Yuri Gagarin sedang berbincang tentang bonsai dengan beberapa penggemar bonsai.









Thursday, October 25, 2007

Pakis Simpai Nan Memukau



Jenis pakis (fern) ini memiliki banyak nama. Kalangan hobbis menyebutnya di Prabumulih menyebutnya Pakis Simpai. Nama "simpai" yang berarti nama satu spesies kera yang berbulu keemasan memang cocok diberikan pada spesies pakis ini, mengingat bonggolnya ditumbuhi bulu halus seperti rambut yang tumbuh di sekujur tubuh kera.

Penggemar tanaman hias di Palembang menyebutnya pakis monyet, ada juga yang menamainya pakis Sun Go Kong. Nah, Sun Go Kong itu kan nama kera dalam satu legenda Cina kuno dimana sang kera juga memiliki bulu berwarna keemasan?!



Bulu ini tidak hanya memperelok penampilan sang pakis. Konon, sang bulu juga dipercaya sebagai obat luka.

Foto-foto pakis simpai yang ditampilkan disini diambil pada pagelaran Pameran Pakis Hias dan prabumulih yang diselenggarakan di Prabumulih, 20-21 Oktober baru-baru ini.








Pakis Hias Bersemi di Prabumulih


Oleh: Syam Asinar Radjam

Pakis merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak ditemukan di dunia. Diperkirakan, sekitar 12.000 spesies pakis tumbuh di bumi. Sebagian besar spesies pakis hidup di alam tropis seperti di Indonesia.

Di Pulau Sumatera, Pakis tumbuh di banyak habitat. Mulai dari dataran rendah hingga pegunungan. Mulai dari daerah yang beriklim relatif panas seperti Prabumulih sampai sampai kawasan sejuk pegunungan bukit barisan.

Aneka spesies pakis memiliki keindahan tersendiri. Terutama pada daun. Karenanya, meski masih masih terbatas, beberapa penggemar (hobiis) tanaman hias memanfaatkan tumbuhan ini sebagai penghias rumah. Di antara jenis yang sedikit itu adalah jenis-jenis suplir dan pakis haji. Padahal masih amat sangat kelewat banyak spesies pakis dengan keindahan yang unik dapat ditemukan di alam tropis Indonesia.

Bagi kalangan penggemar tanaman hias di Prabumulih, keelokan pakis mulai marak dilirik sejak sekitar dua tahun silam. Mereka mulai mengoleksi aneka pakis yang diambil dari hutan-hutan alam sekitar kota Prabumulih. Beberapa spesies pakis yang mulai populer adalah pakis lengguang, pakis simpai atau pakis emas, dan... pakis gajah.

Belajar dari pengalaman Maulid, salah seorang penggemar pakis menyebutkan bahwa bertanam pakis amat mudah. Anakan pakis yang mereka dapatkan dari hutan atau kebun mereka, tinggal dipindahkan ke pot yang telah diisi dengan media tanam (tanah atau kompos).

“Asal jangan lupa disiram,” pesan Maulid. ”Tumbuhan ini membutuhkan air yang cukup. Sebab, di habitat aslinya, pakis tumbuh di tepi-tepi sumber air seperti danau atau sungai. Kendati demikian, jenis pakis yang terdapat di Prabumulih umumnya tidak menyukai kondisi yang tergenang air.

Mengenai pemupukan, pakis hias juga tidak rakus unsur hara. “Jika dirasa perlu, bolehlah diberi pupuk daun. Cukup dengan menggunakan NPK secukupnya,” imbuh Maulid.

“Pakis adalah tanaman hias yang cocok untuk segala kebutuhan, baik sebagai penghias halaman, di dalam ruangan, bahkan untuk lanskap yang luas. Selain sebagai tanaman hias, pakis juga bermanfaat sebagai tumbuhan obat,” tambah Syamsi Asrtoni, salah seorang penggemar pakis hias lain.


[Syamsi Artoni | foto oleh Syam]

Saat ini kalangan penggemar pakis hias memang baru sebatas mengoleksi. Ke depan mereka berniat membudidayakannya. “Sekarang kami sedang mempelajari bagaimana teknik perbanyakan tumbuhan ini,” lanjut Syamsi.

Upaya Maulid dan rekan-rekan merupakan salah satu upaya konservasi dan bukti kecintaan mereka pada kekayaan alam Prabumulih. Karena, seiring perkembangan kota Prabumulih, hutan-hutan alam semakin sedikit, dan semakin sedikit pula tumbuhan pakis dapat ditemukan di alam.

Buah ketekunan orang-orang gila

Pakis hias memang mulai bersemi di Prabumulih. Dua tahun silam, gara-gara ide Maulid dan rekan-rekannya untuk memopulerkan tumbuhan ini sebagai tanaman hias, mereka dianggap orang-orang gila. Sebab, tumbuhan ini merupakan tumbuhan liar yang sangat gampang ditemukan di kawasan tepi kota Prabumulih.

Namun, saat ini pekerjaan “orang-orang gila” ini telah mendapat tempat di hati para penggemar tanaman hias Prabumulih. Tak hanya diminati oleh masyarakat Prabumulih, banyak juga perantau asal Prabumulih menjadikan pakis sebagai buah tangan untuk dibawa ke kota-kota di Jawa.


[Pakis Gajah | Foto oleh Syam]


[Pakis Emas atau Pakis Simpai (Kera Emas) | Foto oleh Syam]


[Pakis Lengguang | Foto oleh Syam]





Saturday, September 29, 2007

Salam dari Permuleh!

Kita menyebutnya Belanda, meski negeri rakyat di negeri meneer itu menamainya Holland dan orang Inggris menyebutnya Netherlands. Kita Lidah kita juga membunyikan Inggris untuk England, Perancis untuk French.

Apa hubungan nama Belanda, Inggris, atau Perancis dengan nama dusunlaman kita, Prabumulih? Sebenarnya tidak ada. Tapi hampir tiap nama kota bernasib sama. Karenanya Batavia juga disebut Betawi, Palabuhan Ratu di lafalkan Pelabuhan Ratu, atau Papua selama bertahun-tahun menyandang nama Irian. Meski riwayat perjalanan nama itu berbeda-beda.

Nama prabumulih "Pra-bu-mu-lih", dipercaya bermula dari kata Uleh Pehabong, yang kemudian menjadi Pehabong Uleh. Konon, ketika masa pendudukan tentara Jepang di Nusantara, Pehabong Uleh terpeletot jadi Perabumulih oleh lidah "saudara tua" itu. Lalu, lidah Jawa membunyikannya dengan mudah menjadi Prabumulih. Gabungan dari kata "prabu" yang dalam bahasa Jawa berarti "raja" dan "mulih" yang berarti "pulang".

Beberapa hari lalu saya memeriksa account saya di technorati. Saya dapati ada satu lagi blog yang menautkan (link) ke blog (lama) dusunlaman. Adalah blog Rambang Dangku yang dikelola oleh Etmusahani Prihatin. Uniknya ia tidak menamai blog "Catatan Kecil Tentang Prabumulih" itu dengan nama dusunlaman atau Prabumulih. Melainkan... Permuleh!

Tak pelak, ulah Etmusahani, si Pateh Kepur ini mengingatkan satu nama lain yang juga berarti Prabumulih, ya, Permuleh itu. Kata Permuleh saya dengar dari lidah para kerabat dan teman-teman yang berdomisili di pesisir sungai Lematang. Di antaranya warga Rambang IV Petulai Dangku, Marga Rambang Empat Buah Dusun, bahkan Marga Benakat.

Tak cuma membuat saya teringat pada kata Permuleh. Etmushani di blog yang mengusung tema lokalitas ini membuat saya bernostaligia. Tulisan tentang "Musim Bekarang", "Budaya Mudik", atau "Lematang Putus" mengingatkan saya pada tempat dan peristiwa yang ia tulis.

Saya berharap dapat kembali menyajikan tulisan-tulisan senapas dengan apa yang ditulis Etmusahani. Sebagaimana tulisan-tulisan saya maupun para kontributor dusunlaman lainnya di blog Pehabong Uleh.

Untuk blog Etmusahani, Salam dari Permuleh!.




Wednesday, September 5, 2007

Daerah Pertambangan dan Kemiskinan

Kejadian Gizi Buruk yang ditemukan pada bulan April 2007 di RT. 1 Kelurahan Karang Jaya pada seorang anak yang bernama Jalina, berakhir dengan meninggalnya Jalina pada Agustus 2007 tadi, latar belakang orang tua Jalina yang hanya petani miskin dengan penghasilan kurang dari Rp. 150.000 per bulan salah satu indikator ketidakmampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok (sembako) dan kebutuhan gizi anaknya (Sarvawi, Ketua RT. 01 Kelurahan Karang Jaya).

‘Gizi Buruk Jalina’ hendaknya menjadi ‘referensi’ bagi semua pihak untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di Kelurahan Karang Jaya yang ‘notabene’ sebagai daerah penghasil minyak di Kota Prabumulih, dan sangat tidak pantas rasanya tingkat ekonomi dan kesehatan masyarakatnya jauh tertinggal dibandingkan Kelurahan-kelurahan lain yang ada di Kota Prabumulih.

Dana bagi hasi dari minyak dan gas bumi... pada tahun 2007 yang diterima pemerintah Kota Prabumulih sebesar 67, 743 Milyar (Enam Puluh Tujuh Koma Tujuh Empat Tiga Milyar), sedikit banyaknya juga berasal dari Kekayaan Alam yang berada di wilayah Kelurahan Karang Jaya (Struktur Talang Jimar Area Prabumulih) yang di eksploitasi PT Pertamina EP Region Sumatera.

Siapa yang bertanggung terhadap aspek sosial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan di Kelurahan Karang Jaya?

UUD 1945 Pasal 33 ayat (3) mengamanatkan:
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”

Pertanyaanya adalah sejauh mana kemakmuran rakyat diciptakan oleh pelaksana negara di negeri ini jika pada kenyataannya komuniti lokal yang sebagai penghasil minyak bumi aspek sosial,ekonomi, kesehatan, dan lingkungannya dominan masih berada pada kondisi memprihatinkan?

Dimana hati nurani para penyelenggara negara di Kota Prabumulih ini ketika keadilan tidak dapat dirasakan komuniti lokal yang turut membangun Prabumulih ini dengan ‘emas hitam’ dari daerah mereka.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di jalan lingkar, bukan jaminan bagi komunitas lokal penghasil minyak bumi untuk untuk lepas dari kesulitan ekonomi sehingga mampu membeli makan yang bergizi untuk anak-anaknya, dan bantuan sesaat dari PT Pertamina dalam bentuk program sehat ibu dan anak (sehati) yang lebih dominan sebagai wujud ‘CSR Peduli’ dinilai masyarakat lokal (kelurahan/desa) secara potensial belum mampu mengatasi permasalahan gizi buruk di daerah mereka.

Pemerintah Daerah dan WAJIB bertangung jawab untuk menigkatkan kualitas Kesehatan dan kehidupan masyarakat Karang Jaya sebagai mana amanat Undang Undang No 23 Tentang Kesehatan.

Demikian juga dengan PT Pertamina EP Region Sumatera yang mengeksploitasi kekayaan alam didaerah mereka turut berkewajiban bertanggung jawab terhadap dan kondisi social ekonomi, kesehatan dan lingkungan di Karang Jaya sebagaimana amanat Undang Undang No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi. ***

(Penulis: Okto Rano, pemerhati masalah lingkungan di Prabumulih. Aktif di Jaringan Pengembangan Masyarakat, Jl. Talang Jimar No. 39 Prabumulih - Sumatera Selatan, 31123. kontak penulis: jaringanpm@yahoo.co.id




Saturday, September 1, 2007

Butuh Seri Cerita dan Sastra Dunia?



Sekadar berbagi info pandak. Sekiranya warga dusunlaman bermaksud mencari atau membutuhkan seri cerita dan sastra dunia, sebut saja di antaranya sebagai berikut...

  • The Adventures of Huckleberry Finn, dan The Adventures of Tom Sawyer, karya Mark Twain,
  • Great Expectations dan A Tale of Two Cities, karya Charles Dickens,
  • Anna Karenina, Karya Leo Tolstoy
  • Aesop's Fables, Karya Aesop,
  • Beyond Good and Evil, Karya Friedrich Nietzsche,
  • dan masih banyak lagi yang lainnya.


Cerita-cerita atau karya sastra para penulis dunia ini tersedia dalam bentuk buku elektronik (eBooks) berformat pdf. Kesemua eBooks dapat diunduh gratis (free download) di situs planetpdf.

Beberapa cerita lain yang juga bisa diunduh di situs ini di antaranya:



Untuk mencari yang lainnya, selamat berayau di situs yang menyediakan layanan segala tentang pdf ini.

Tulisan hampir senada juga saya muat di:






Sunday, August 26, 2007

Duku [bagian terakhir]

Duku [Bagian Terakhir]
Cerita Pendek K. Usman

(Bagian sebelumnya)

Selanjutnya para sepupuhku rebutan naik pohon yang tingginya 11 sampai 20 meter itu.pohon-pohon duku memang menyulai daerah yang lembab di atas ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut.

Biasanya, usai panen dilanjutkan dengan makan bersama lesehan di tikar. Sekitar tikar ditetesi kakek dengan air tembakau supaya pacat, si lintah darat tidak mengganggu. Di dearah lembab memang banyak sekali pacat. Gigitannya menimbulkan rasa gatal. Pacat dengan rakus mengisap darah dengan moncongnya yang lunak.

Kakekku dari pihak ayah itu mewariskan sistem tentang keadilan dalam keluarga. Usai panen, tiap kepala keluarga mendapat jatah sama besarnya untuk dibawa ke rumah masing-masing. Jadi, tidak seperti orang lain, anak perempuan mendapatkan sebagian, anak laki-laki dua bagian. Bagi Kakekku, kasih sayang wajib diberikan sama besarnya kepada setiap anak, termasuk pembagian duku. Tanpa banyak bicara, tapi dengan keteladanan. Kakekku mewariskan sistem warisan dalam keluarganya, atau keturunannya.

Setelah kakek berpulang, disusul nenek, sistem itu diubah Paman Sub, Si Bungsu yang pemalas, nakal, dan rajin menikah.
Berulang kebun-kebun duku warisan Kakek-Nenek dia ijonkan kepada pedagang duku dari kota propinsi. Duku masih hijau sudah dijual. Hasil penjualannya ditilep Paman Sub. Para kakak memusuhi sampai mengutuknya. Tapi, ayah, selaku Si sulung tidak ikut-ikutan adik-adiknya mengutuk. Entah karena kutukan, entah memang nasib Paman Sub buruk, dia terserang bisul di pinggang kanan. Bisul itu memcah dan lama-lama menjadi lubang dalam yang mengeluarkan nanah. Dasar Paman Sub malas berobat, disamping ketiadaan biaya karena dia miskin di dusun, beliau meningal dalam usia muda, meninggalkan seorang anak perempuan dan dua anak laki-laki.

Apa yang ditinggalkan Paman Sub? Antara lain kedua kebun duku, yang di Laham, dan yang di seberang sugai Lematang telah dia jual. Para ahli waris Kakek-Nenek ribut. Penengah sudah tidak ada, setelah ayah berpulang dalam usia 80 tahun.

”Hai, mikirin apa, Bung Gindo?!” teriakan Mimin membuyarkan kenanganku tentang dua kebun duku warisan kakekku di dusun kelahiran.
Mimin menarik-narik jaket kulit butut kesayanganku. Jaket kulitku itu dilemparkannya ke keranjang sampah, seakan sama sialnya dengan duku Palembang palsu di keranjang sampah itu. ”Mana duku Palembang yang diinginka anak kita, hah?” lanjutnya dengan suara melengking. Tak kudengar suaranya merdu bila menyanyikan tembang-tembang Sunda.

”Masih menunggu kabar dari banyak orang,” aku tergagap menjawab. ”Usahaku sudah maksimum, Miminku cantik.” aku mencoba merayu. Tap dia merengut dan kembali ke ranjang.

Sampai hari kelahiran anak pertamaku, bayi perempuan yang kami beri nama Putri, gagal total aku mendapatkan duku Palembang. Gemetar tubuhku menunggu di luar kamar persalinan. Begitu dokter Han muncul dengan senyum ramanya, segera kutanya, apakah anak pertamaku ngiler?

”Nggak tuh,” jawab dokter Han sambil mengeleng.

Alhamdulillah, aku mengucap dalam hati, dan terus berdoa, semoga sampai Putri remaja, dan tua tidak mengeluarkan iler, sepert yang kutakutkan selama ini.[selesai]

[Cerpen ”Duku” karya ”Ayah” K. Usman ini diambil dari Kumpulan Cerpen K. Usman: Setelah Musim Jamur. Diterbitkan oleh Yayasan Romansa Jakarta (Cetakan pertama, 2001). Cerpen ini sendiri pernah dimuat di Harian Kompas, 20 Agustus 2000)



Saturday, August 25, 2007

Kilas Prabumulih #02

Rahman dan Yuri Tak Hormati Dewan
Disunting dari Sriwijaya Pos 25 Agustus 2007

PRABUMULIH - Ulah walikota (wako) dan wakil walikota (wawako) Prabumulih kemarin (24/08), betul-betul meruapdugalkan perasaan anggota DPRD Kota Prabumulih. Paling tidak bagi 80% dari 25 anggota DPRD kota ini.

Pasalnya, kemarin para anggota wakil rakyat tingkat kota ini menggelar Sidang Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Prabumulih 2006. Sementara pasangan wako dan wawako, Rahman Djalili dan Yuri Gagarin malah tidak datang.

Akibatnya, sidang paripurna yang sejak awal sudah dihujani interupsi tersebut terpaksa ditunda. M. Erwadi aggota Fraksi Golkar menyayangkan ketidakhadiran pucuk pimpinan pemerintahan Kota Prabumulih. Menurutnya, sikap Rahman dan Yuri memperlihatkan bahwa mereka tidak menghormati lembaga perwakilan rakyat ini.

# Gunyean dusunlaman;
DPRD saja tidak dihormati, bagaimana rakyat?

------------------------------------------

Sudah Setor Uang Tapi Tak dapat Proyek
Disunting dari Sripo 14 Agustus 2007

PRABUMULIH - Ibrahim Hamid (45), kena tipu "proyek" jual beli proyek. Didampingi penasehat hukumnya, Jhon Fitter Saiman, ia melaporkan dua nama Sut dan Suh ke Polres Prabumulih Senin (13/7).

Kepada kedua terlapor, Ibrahim sudah memberikan uang sedikitnya Rp 33 juta. Uang tersebut diberikan Ibrahim setelah Sut dan Suh menawarkan proyek PL (red. Penunjukan Langsung) di Dinas PU Prabumulih.

Proyek-proyek yang dijanjikan tersebut di antaranya, perbaikan Masjid Agung Nur Arafah Prabumulih, dan pembangunan jalan menuju Pondok Pesantren Al-Furqon di Rambang Kapak Tengah.

Ibrahim melaporkan kedua pelapor mengingat jatah proyek yang dijanjikan sejak setahun lalu, tak kunjung didapat.

------------------------------------------

Prabumulih Akan Punya Terminal Baru
Disunting dari Sripo 14 Agustus 2007

PRABUMULIH — Prabumulih akan punya terminal baru. Belum jelas kapan terminal itu akan dibangun, alih-alih berfungsi. Sebab, itu baru diputuskan dalam sebuah peraturan daerah baru.

------------------------------------------

Mutasi Pejabat Prabumulih Dinilai Tidak Propesional
Disunting dari Sumatera Ekspress 14 Agustus 2007

PRABUMULIH – Fraksi PDIP DPRD Kota Prabumulih meminta ini meminta agar Wali Kota Drs Rachman Djalili bisa menjaga stabilitas kerja PNS yang ada sekarang.

Dalam rapat paripurna dua raperda Prabumulih sehari sebelumny (13/08), Hendri Arsyad SPd. juru bicara fraksi ini mengatakan, "Kami menginginkan agar dalam penempatan posisi jabatan haruslah mengedepankan profesionalisme. Artinya, harus sesuai dengan porsi dan kemampuan yang dimilikinya.’’

Sementara itu,Fraksi DKBS (red. Sumpah! dusunlaman tidak DKBS itu singkatan dari apa?!) menyoroti realisasi APBD 2007. Sudah memasuki bulan Agustus tapi masih banyak proyek yang belum berjalan.

------------------------------------------

Friday, August 24, 2007

Prabumulih Tak Ingin Dipimpin Koruptor



Isu anti-korupsi bukan hanya marak di aras nasional. Ndilalah di kota kecil macam Prabumulih kesadaran masyarakat pada gerakan anti-korupsi juga bertumbuh. Salah satu organisasi yang terbilang serius menyerukan gerakan anti-korupsi adalah Lembaga Masyarakat Adat (LMA).

Lembaga ini bertumbuh di dusun Prabumulih dan beberapa dusun lain yang menjadi cikal kota nanas ini. Salah satu buah perjuangan LMA adalaha keberhasilan menggiring terlaksananya proses hukum atas dugaan korupsi di proyek pembangunan gedung perkantoran walikota dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih.



Ada banyak pilihan aksi yang dilakukan LMA dalam upaya membabat korupsi di Prabumulih. Beberapa di antaranya adalah aksi massa dan peningkatan kesadaran melalui media kampanye berupa spanduk, selebaran, dan lainnya.

Salah satu spanduk yang dipasang di depan bekas lapangan tenis dusun Prabumulih bertuliskan, "KAMI TAK INGIN DIPIMPIN KORUPTOR". Seruan yang terbilang amat serius, mengingat sepasang pemimpin kota Prabumulih, walikota dan wakil walikota, pernah dan sedang terseret dugaan korupsi.





Wednesday, August 22, 2007

Buah Pengimbang: Tanda Baca Aksara Surat Ulu

Sebagaimana dalam tulisan 'Membaca Surat Ulu' yang lalu, Aksara Surat Ulu mengenal tanda baca yang disebut "Buah (pe)Ngimbang". Buah ngimbang yang terdiri dari delapan pelambang ini merupakan tanda baca bantu untuk melambangkan bebunyian dari kosakata dalam bahasa Prabumulih.

Buah-buah ngimbang adalah engke, engge, ente, ende, empe, embe, enje, ence. Sebagai contoh penggunaan buah ngimbang adalah sebagai berikut:

  • Engke, pada kata: t-engka-dak (belalang sembah), b-engka-rung (bengkarung, sejenis kadal), t-engka-yap, t-engku-rup (tengkurap), s-engke-lat, t-engku-lok (kerudung).
  • Engge, pada kata: enggut (meskipun), s-ing-ge (pokoknya...), eng-gan (enggan),
  • Ente, pada kata: s-ente (larang), m-ente-ri, t-ente-ra (tentara),
  • Ende, pada kata: end-ung (ibu), endai (dari), P-endo-po (nama kota di dekat Prabumulih),
  • Empe, pada kata: empa-t, k-empang (kerupuk), empai (baru, anyar), t-empu-yak (durian yang diawetkan, digunakan sebagai lauk atau bumbu),
  • Embe, pada kata: s-embi-lan, k-ambang (sumur, perigi), s-ambil, s-emba-yang.
  • Enje, pada kata: enjo-k (beri, kasih), m-enja-ngan, b-injo-l (benjol), dan
  • Ence, pada kata: p-encak, k-ance (teman, kawan, sahabat), p-enca-rian (nafkah).


Masing-masing buah pengimbang ini bisa dilihat pada gambar dibawah ini.



Nantikan seri belajar membaca surat ulu berikutnya :-)





Sunday, August 19, 2007

Undangan Arisan Sekeluarga Prabumulih

ARISAN SEKELUARGA PRABUMULIH (ASP)

Sektretariat : Perum. Medang Lestari, Blok C 4 B 8. Medang Tangerang, Tlp. (021) 5476784



Tangerang, 16 Agustus 2007
Kepada Yth :
Warga Prabumulih
di Jabodetabek,

Dengan hormat,
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas karuniaNYA sampai saat sekarang tali silahturahmi dan kekeluargaan Prabumulih yang telah terbina tetap langgeng adanya.

Sesuai hasil kesepakatan dan penarikan arisan pada pertemuan sebelumnya ( Kel. Sudarman Tergun ), maka tuan rumah arisan berikutnya adalah keluarga Bpk. Alamuddin Tergun ( Mang Alam ) dan telah ditetapkan untuk pertemuan periode ini, Insya Allah akan di selenggarakan pada :

  • Hari / tanggal : Minggu / 2 September 2007
  • Pukul : 11.00 wib s.d. selesai
  • Tempat : Kediaman Keluarga Bpk. Alamuddin Tergun
    Jl. Bawal I No.10 Rawamangun Jakarta Timur 13220
    Telp. 021-4896692

    Acara :
    1. 1. Silaturahmi
    2. 2. Pembahasan hasil Pertemuan Sebelumnya
    3. 3. Arisan


Tiadalah harapan disertai ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya dari kami pengurus dan keluarga tuan rumah atas luang waktu bapak/ibu untuk berkenan hadir atas undangan pertemuan silahturahmi ini.

Demikian undangan kami, terima kasih.

Pengurus ASP,

Mat Sali
Sekretaris


Midi R Yudo
Ketua

NB:
Apabila sangat terpaksa tidak dapat menghadiri silahturahmi ini, kiranya dengan segala kerendahan hati kami mohon dapat memberitahukan kepada pengurus atau tuan rumah.













Saturday, August 18, 2007

Kilas Prabumulih #01

Kilas Prabumulih #01

Pertamina Salurkan Beasiswa
Disunting dari Sripo, 18 Agustus 2007

PRABUMULIH - Pertamina EP Region Sumatera menyerahkan beasiswa, bantuan seragam sekolah, dan kursus computer (D1) di LPMKA YKKK Prabumulih. Penyerahan dilakukan usai
Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI untuk kalangan karyawan Pertamina di Lapangan Ria Jaya, Komperta Prabumulih, Jumat (17/8).

Bantuan yang disalurkan meliputi, beasiswa untuk 17 siswa SMP dan sederajat (masing-masing menerima Rp 64 siswa SMU dan sederajat (masing-masing Rp 70.000), serta beasiswa untuk 1 orang mahasiswa Universitas Imam Muhammad Ibnu Saudi Arabia (Rp 400.000).

------------------------------

Lahan Gambut Ludes Milik PT LKK Ludes Terbakar
Disunting dari Sripo, 18 Agustus 2007

MUARA ENIM - Sekitar 90 hektare lahan gambut milik PT Laras Karya Kahuripan (LKK) di Desa Tempirai Muaraenim terbakar, Kamis pukul 23. 00(16/8). Api baru bisa dikuasai Jumat dinihari, setelah datang ratusan personel pemadam kebakaran dari PT LKK, PT Wahana Karya Kahuripan OKU Timur dan Pemkab Muaraenim Jumat dini hari.

Penyebab kebakaran belum diketahui.

------------------------------

Bupati Banyuasin Akan Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan
Disunting dari Sripo, 16 Agustus 2007

BANYUASIN - Sekalipun terpantau timbul tenggelam, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banyuasin terus terjadi...

Wilayah rentan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten ini dalam kondisi siaga, yakni kecamatan Banyuasin I, Rambutan, Talang Kelapa, dan Rantau Bayur. Selain itu termasuk pula wilayah perairan yang berdampingan dengan wilayah Taman Nasional Sembilang yakni, Banyuasin II, Muara Padang, Makarti Jaya dan Pulau Rimau.

Bupati Banyuasin, Ir H Amiruddin Inoed, secara tegas menjanjikan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi pembakaran hutan, baik yang tidak disengaja apalagi yang dengan nyata disengaja, semisal membakar lahan untuk areal pertanian.

Jika kebakaran terjadi akibat kegiatan perusahaan perkebunan, pihaknya akan mencabut perizinan yang diberikan.

------------------------------

Belum Rampung, Sudah Ajur
Disunting dari Sripo, 16 Agustus 2007

PRABUMULIH - Belum rampung tapi sudah rusak. Demikianlah kondisi Jalan Gunung Kemala-Payu Putat yang baru pengerasannya baru berjalan 50 persen. Jalan sepanjang 17,2 KM dan memakan biaya sebesar 32 Miliar itu sudah retak di sana-sini.

------------------------------

OI Protes Bagi Hasil Migas
Disunting dari Sripo, 15 Agustus 2007

PALEMBANG - Pemkab Ogan Ilir (OI) hanya mendapatkan pembagian hasil minyak dan gas (migas) sebesar Rp 140 miliar lebih. Padahal di wilayah ini terdapat 145 sumur minyak.

"Ini masih jauh dari aspek keadilan,” keluh Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya di sela-sela acara peringatan Isra’ Mikraj di Gedung Serbaguna Dekranasda Jakabaring, Palembang.

------------------------------

Lagi, Sumur Tercemar Minyak
Disunting dari Sripo, 15 Agustus 2007

LAHAT - Sumur di belakang rumah Joniyansyah (31), warga Banjarsari kabupaten Lahat dirembesi minyak. Sumur sedalam 4,5 meter itu dibuat pada tahun 1999, dan tercemar minyak sejak tanggal 11 Agustus lampau.

Warna air sumur pekat bercampur minyak seperti warna kopi instan. Pihak Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Lahat telah mengambil contoh air untuk diteliti.

Lokasi sumur tercemar tersebut tak jauh dari bekas sumur minyak peninggalan Belanda dan 3 sumur minyak milik PT. Pilona. Hingga berita ini diturunkan, Humas PT Pilona, Ir H. Damra Taib yang ikut mendampingi pengambilan contoh air itu tidak memberi berkomentar.

------------------------------

Syahrial Janjikan Dana Untuk Sekolah Swasta
Disunting dari Sripo, 13 Agustus 2007


PRABUMULIH - Gubernur Sumatera Selatan, Ir. Syahrial usman berjanji memberikan bantuan sebesar 25-30 juta untuk setiap Sekolah Swasta di provinsi ini. Tapi, bantuan yang akan diberikan kepada seluruh sekolah swasta se-Sumsel ini baru akan dianggarkan pada tahun 2008 mendatang.

Janji tersebut diucapkan Syahrial saat mengukuhkan kepengurusan Ikatan Keluarga (IKA) Gumay Kota Prabumulih di gedung olahraga Harmonis Prabumulih, Sabtu (11/8).

* * *Dalam catatan dusunlaman, masa jabatan Syahrial sebagai gubernur Sumatera Selatan akan berakhir per April 2008.

Sekadar tambahan, jika berminat mendapatkan daftar jadwal akhir masa tugas kepala daerah dan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah se-Indonesia, dapat diunduh (download) di sini.

------------------------------



Mencari Prabumulih? Haa... Ada di Lampung?!

Saya belum lama ini menginstal pirantilunak (software) Google Earth. Piranti lunak hasil kembangan perusahaan Keyhole yang kemudian diakuisisi oleh Google ini, merupakan layanan virtual untuk menjelajahi peta dunia.

Pada intinya, layanan ini dibangun berdasarkan citra satelit. Berdasarkan rangkaian foto/citra satelit tersebut, Google Earth dapat menyajikan foto tempat-tempat se-dunia dalam tampilan 3 dimensi.

Google Earth bisa diunduh (download) secara gratis. Proses mengunduhnya gampang. Caranya tinggal ketik Google Earth di situs pencarian Google. Lalu instal di komputer anda!

Jika sudah diinstal, kita seolah bisa keliling dunia. Begitu dibuka, program ini menyajikan sebuah gambar bola bumi 3 dimensi yang bisa diputar-putar serta bisa diterawang (zoom) untuk memperbesar dan memperkecil tampilan.

Yang pertama saya cari ketika memakai program ini adalah kampung halaman saya. Ya, Prabumulih. Prabumulih itu di Sumatera Selatan, kan? Pastinya, iya!

Nah, dengan Google Earth, tempat yang ingin kita kunjungi secara virtual bisa dicari dengan cara manual yaitu memutar bola bumi serta menerawang gambar. Cara yang lebih praktis adalah dengan mengetik nama tempat misalkan Prabumulih pada kolom fly to yang ada di pojok kiri atas tampilan.

Selanjutnya, biarkan Google Earth mencarikannya sembari kita merokok atau menyeruput kopi. Mungkin malah tak sempat. Karena proses ini tak banyak makan waktu.

Ketika saya mencari Prabumulih, ternyata Prabumulih itu ada di Lampung, hahahaha... Dan sayangnya, tampilannya pun belum rinci.



Berbeda dengan misalnya kita mencari kota-kota besar, misalkan Palembang, Jakarta, atau Banda Aceh. Gambar yang ditampilkan akan lebih jelas dan rinci.

Thursday, August 16, 2007

Dirgahayu ke-62 Republik Indonesia

Dirgahayu ke-62 Indonesia!!!

Selamat menonton lomba panjat pinang, ikut manjat juga boleh.
Lomba makan kerupuk pun boleh, itung-itung menghemat pengeluaran untuk membeli 'gorengan' karena harga minyak goreng mahal. Selamat juga bagi warga Prabumulih yang meramaikan maupun sekadar nonton karnaval kemerdekaan di jalan raya.

Selamat juga untuk yang ikut upacara bendera hari ini. Jangan lupa pasang bendera. Di rumah kami di Prabumulih, bendera simpanan yang sudah menyokelat, mungkin belum diganti.

Selamat juga untuk pasukan pengibar bendera (masih di lapangan Prabujaya, kah?). Selamat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Terserah mau yang satu stanza, atau yang tiga stanza (kalau kuat menahan pegal) seperti video di bawah ini:



... Hiduplah Endonesa Raya! Merdeka!!!





Membaca Surat Ulu

Surat Ulu adalah aksara lama yang dikenal oleh masyarakat adat Rambang. Meski surat ulu sudah tidak lagi populer di masyarakat adat yang berdomisili di Prabumulih, tapi dusunlaman mencoba mendokumentasikannya dalam seri belajar surat ulu. Untuk lebih jelasnya bisa dibuka di rubrik ”indigenous knowledge”.

Aksara (alfabet) dalam Surat Ulu, memiliki 19 huruf. Teknik membacanya, berbeda dengan teknik membaca dalam aksara latin. Aksara latin bisa menggunakan satu huruf untuk menimbulkan bunyi pada kata yang dimulai dengan huruf vokal, a, i, u, e, dan o. Selain itu, haruslah menggunakan penggabungan dua huruf atau lebih untuk menimbulkan bunyi. Misalnya untuk menuliskan kata ”padi” menggunakan aksara latin, diperlukan empat huruf. Yakni: p, a, d, dan i.

Sedangkan dengan menggunakan surat ulu hanya memerlukan dua huruf: ”pe” dan ”de”. Bagaimana kedua huruf ini bisa merangkai bunyi ”pa” dan bunyi ”di”, adalah dengan memanfaatkan tanda baca. Demikian juga untuk mematikan bunyi. Misalnya pada kata ”padam”. Padam ditulis dengan dua huruf ”pe” dan ”de” yang ditutup dengan huruf ”Me” yang dimatikan dengan tanda baca. Tanda baca itu akan mematikan huruf ”Me” sehingga menimbulkan bunyi ”M”, seperti jika kita mengeja ”Mmm”.

Secara lengkap, tanda baca yang digunakan untuk merangkai kata dengan aksara surat ulu adalah sebagai berikut:

Kejina (dua titik di kanan bawah huruf)
Berbunyi: A

Ketileng (titik di kiri bawah huruf)
Berbunyi: I

Kebuntut (titik di kanan bawah)
Berbunyi: U

* (?) (satu titik di kiri huruf, dua titik di kanan huruf)
Berbunyi: é
Seperti bunyi e pada kata Bebek

** (?) (tiga titik –-membentuk segitiga dengan alas di atas—di kanan bawah huruf)
Berbunyi: O

Kelawan (titik di kanan atas huruf)
Berbunyi: AI

Kemincak (tiga titik di kanan atas huruf)
Berbunyi: AK

Kepintal (lingkaran/bulatan di kiri atas huruf)
Berbunyi: AL

Ketikam (lingkaran/bulatan di bawah huruf)
Berbunyi: AM

Due di pucuk (dua titik di kanan atas huruf)
Berbunyi: AN

Kebulat (titik tepat di atas huruf)
Berbunyi: AT

* * * (?) (empat titik di kanan bawah huruf)
Berbunyi: AU

Ketulang (titik di samping kiri huruf)
Berbunyi: NG

Ketulis (koma di kanan atas huruf)
Berbunyi: S

Kejunjung (setengah lingkaran hadap atas -- huruf U latin -- di atas huruf)
Berbunyi: AR/UR
Ketulap (setengah lingkaran hadap atas-- huruf U latin, di kiri bawah huruf)
Berbunyi: AP

Selain tanda-tanda baca tersebut, aksara surat ulu juga memiliki 8 hurup pengimbang (buah ngimbang). Buah ngimbang digunakan untuk mengatasi kesulitan pembacaan jika huruf E bertemu dengan huruf mati. Kedelapan buah ngimbang tersebut adalah: engke, engge, ente, ende, empe, embe, enje, ence.

Contoh penggunaan buah ngimbang:
Engke, pada kata: t-engka-dak, b-engka-rung, t-engka-yap, t-engku-rup, s-engke-lat, t-engku-lok.
Engge, pada kata: enggut, s-ing-ge, enggan
Ente, pada kata: s-ente, m-ente-ri, t-enta-du.
Ende, pada kata: endung, endai, pendopo.
Empe, pada kata: empat, k-empang, empai, t-empu-yak.
Embe, pada kata: s-embi-lan, k-ambang, s-ambil, s-emba-yang.
Enje, pada kata: ng-enjok, m-enja-ngan, b-injo-l.
Ence, pada kata: p-encak, k-ance, p-enca-rian.

banner8.gif